Berbagai penelitian, tesis, desertasi, semua ilmu dikeluarkan tuk menanggulangi kenaikan harga tersebut, hanya kata HEMAT (bukan pelit) yang paling ampuh dilaksanakan tuk menyelamatkan keuangan kita. Gampang dan tidak ribet.
HEMAT DI RUMAH
Telepon, listrik dan air adalah pengeluaran yang punya kecenderungan menjadi besar kalau tidak waspada. Jangan pernah menunda pembayarannya, bahaya akan mengancam kita dikemudian hari yang makin memberatkan keuangan.
TELEPON
• Catat apa saja yang akan dibicarakan sebelum mulai menelepon
• Sebaiknya, hubungi telepon rumah daripada telepon selular.
• Minimalkan pemakaian handphone. Bila poin pembicaraan bisa disampaikan dengan 160 karakter, maka gunakan SMS. Namun, bila tidak, menelepon justru lebih murah dibanding ber-SMS (yang terus menerus)
• Lakukanlah browsing atau chatting lewat tengah malam. Pulsa telepon lebih murah pada jam-jam ini. Bila tidak memungkinkan, manfaatkan warnet karena pengeluaran akan lebih terkendali.
• Beli HP baru Terdengar mahal? Justru tidak. Belilah handset CDMA. Pulsanya jauh lebih murah dibanding GSM. Anggap saja pembelian itu sebagai investasi.
LISTRIK
• Hindari pemakaian listrik secara serentak pada malam hari. Sebarlah waktu pemakaian listrik.
• Mintalah orang rumah menyeterika pada pagi atau siang hari.
• Aktifkan AC selama 1-2 jam pada suhu 18 derajat Celcius. Tutup pintu dan jendela dengan rapat. Setelah itu matikan AC. Suhu dingin bisa bertahan cukup lama.
• Gunakan lampu hemat listrik. Harganya mungkin jauh lebih mahal, tapi listrik yang harus Anda bayar jauh lebih murah karena energi yang diperlukan lebih hemat.
• Biasakan mematikan lampu atau barang elektronik yang tidak digunakan. TV, misalnya bila memang tidak ada yang menonton, kenapa dibiarkan tetap menyala? Matikan lampu bila Anda meninggalkan ruangan atau kamar dalam keadaan kosong.
• Tutup lemari es dengan rapat. Prinsipnya sama dengan ketika Anda mengisi lemari es terlalu penuh. Lemari es akan membutuhkan energi besar untuk tetap dingin.
AIR
• Gunakan shower. Selain air yang Anda pakai akan jauh lebih sedikit, rasanya jauh lebih segar dibanding memakai gayung.
• Hindari melubernya air ketika mengisi bak. Jangan tunggu sampai bak penuh. Matikan kran ketika bak sudah terisi 3/4. Risiko air luber pun bisa dihindari.
• Perbaiki kran yang bocor. Air yang menetes, sesedikit apa pun, tetap membuat meteran air berjalan (baca: rupiah mengalir).
BELANJA HEMAT
1 . Membeli barang secara grosir. Barang yang dijual di pusat grosir atau hypermarket umumnya lebih murah dibanding toko eceran. Anda juga bisa membeli di toko yang harganya bisa ditawar. Bila memungkinkan, belilah barang secara grosir di toko yang bisa ditawar.
2. Jadikan harga sebagai faktor memilih tempat belanja. Apalagi berbelanja barang kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang harus dibeli secara rutin dan berulang. Selisih harga sedikit saja, kalau jumlah pembeliannya banyak akan sangat terasa.
3. Beli barang yang dibutuhkan. Bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Cobalah membeli barang yang memang dibutuhkan lebih dulu. Sangat disarankan membuat daftar belanjaan dan jangan mudah berpaling ke barang-barang cantik.
Info lain:
http://www.kapanlagi.com/a/10-langkah-cerdas-belanja-makanan.html
http://images.google.co.id/images?imgtbs=t&gbv=2&hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&sa=1&q=belanja&btnG=Telusuri+gambar&aq=f&oq=&imgtype=photo&start=18&ndsp=18
http://www.republika.co.id/berita/36040/Mengatasi_Sindrom_Gila_Belanja
HEMAT BERKENDARA
1. Panaskan mobil satu menit saja. Mobil zaman sekarang sudah pandai mengatur suhu mesin untuk mencapai kondisi ideal.
2. Coba menyetir lebih halus. Jangan tancap gas secara tiba-tiba atau mengerem mendadak. Mengemudi dengan serabutan dan ugal-ugalan bikin bensin Anda lebih banyak terbuang percuma.
3. Cari tahu porsi maksimum mobil Anda di rpm berapa. Bisa dilihat di buku manual. Contohnya 122Nm/3000. Usahakan menyetir dengan stabil di rpm 3000.
4. Tekanan angin ban harus sesuai rekomendasi. Bisa dilihat di buku manual. Jika tekanan angin ban kurang dari seharusnya, hambatan gesek menjadi lebih besar. Akibatnya, bahan bakar lebih boros dan ban cepat aus. Biasakan tiap pagi mengecek tekanan ban. (Alatnya bisa dibeli dengan harga murah dan penggunaannya mudah).
5. Jangan menetralkan persneling saat akan mengerem. Dalam posisi gigi netral, komputer mesin akan membaca mobil dalam kondisi stasioner (mesin hidup tapi mobil tidak jalan). Suplai bahan bakar tetap berlangsung. Untuk mengurangi laju kendaraan, gunakan engine broke dengan memindahkan ke gigi lebih rendah.
6. Tentukan rute perjalanan. Anda bisa memilih rute terpendek menuju lokasi yang Anda tuju dengan kemungkinan macet lebih kecil.
Semoga tips ini tidak mengecewakan pembaca.
Sumber : berbagai sumber
